Postingan

Siapakah dirimu saat kamu sendiri?

Ketika aku melihat perjalanan, rasanya seperti melangkah pada kesendirian. Meski banyak yang aku lihat, yang aku rasakan, Rasanya sekarang hanya tergantung pada diriku bagaimana melewati perjalanan ini. Karena sebelumnya, aku berpikir dengan banyaknya teman disampingku, Semua jalan akan terasa lebih baik Namun, ternyata perjalanan itu sebenarnya membutuhkan arah Dan untuk menetapkan tujuan itu, Banyak yang aku bayangkan, Banyak yang aku pertimbangkan, Sesungguhnya aku merasa ketakutan dalam kesendirian ini, Karena merasa aku tidak memiliki tempat untuk berdiri, Saat perjalananku mengalami hambatan Namun, ternyata perjalanan itu sebenarnya mempunyai petunjuk Dimana aku dapat tetap berdiri, Saat perjalananku mengalami hambatan

Mantan.

Pernahkah kalian merasa, cinta akan datang saat kamu merasakannya ketika melihatnya? Ataukah kalian merasa, cinta itu datang saat ia berhasil menenangkanmu? Semua itu adalah benar adanya. Ketika aku melihat dan kemudian aku merasa teduh didekatnya. Semua seakan tidak salah ketika aku selalu berada didekatnya. Bahkan, kesalahan yang kami buat saja terlihat benar ketika kami berdekatan. Karena selalu ada pembenaran. Tapi, aku kemudian berpikir, setelah aku menentukan pilihan itu. Apakah begitu cinta yang sebenarnya? Yang selalu ada, kemudian menenangkan, kemudian membuatmu sangat yakin segala yang kamu tempuh adalah benar? Sayangnya tidak. Cinta seharusnya dapat memperbaiki kesalahan, cinta seharusnya mampu melihat cobaan. Bukan cinta yang selalu melihat keindahan, di masa depan kemudian merasa tenang. Mungkin dua pasangan ini memang sedang berkembang. Sehingga merasa sah-sah ...

Jatuh cinta.

Bagaimana kabarmu? Apa kamu baik-baik saja disana? Bagaimana tentang mimpimu? Apakah kamu tetap semangat untuk mengejarnya? Dari angin yang membawakan sejuk harummu, Dari matahari yang membiarkan aku melihat senyummu, Dari gravitasi yang membuatku mampu menggapaimu, Dan dari jalan kehidupan yang membuatku jatuh cinta padamu. Alam telah memberimu banyak hal, Sehingga dimanapun aku berada, Alam mengingatkan ku akan keberadaanmu. Meski alam sedang jengah, Meski alam sedang memperlihatkan keindahannya, Namun kamu tetap menjadi dirimu. Lisan, Paras, Dan tujuanmu, Tak bersuarapun, mampu membuatku yakin Terbawa angin sejauh apapun, membuatku yakin Dan meski layu menyerangmupun, membuatku yakin Kamu adalah salah satu ciptaan-Nya yang membuatku selalu melukiskan senyum Tak tercapaipun, mampu membuatku tenang Terpisah oleh waktupun, mampu membuatku tenang Dan meski haluan ini sangat besa...

Berjuang.

Sudah cukup lama kaki ini menapak dan menjelajahi kehidupan. Ya, kehidupan. Satu kata yang memiliki banyak makna. Dan sudah cukup lama rohani ini tidak merasakan bagaimana untuk merapikan kembali serpihan hasil buah pikiran. Sudah hampir dua puluh tahun hidup dalam dunia yang telah digariskan oleh Tuhan. Selama itu pula, percaya pada keyakinan. Keyakinan tidak mudah untuk didapatkan, kemudian dipercaya hingga hari-hari berikutnya akan datang. -- Sudah berpegang teguh dengan yang diyakininya. Mengikuti dan mematuhi yang sepantasnya dipatuhi. Menikmati dan memandang pengalaman yang tak henti berjalan. Merasa jalan yang didapati sudah benar. Hingga menemukan kegelapan, keyakinan tidak bisa menolong dalam waktu yang cepat. Sehingga rohani harus berjuang lebih kuat. Kekuatan dari rohani lain mulai memasuki tubuh, mencoba menolong rohani yang sedang bertahan meski rapuh. Masuknya membawa bahagia, semangat, dan cahaya. Di waktu yang sama, rohani yang bertahan melihat sebenarnya kegelapan...